Selasa, 03 April 2018

Gajahmungkur Datangkan Satwa Baru Di Gembira Loka Yogyakarta

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) siap mengajukan usulan anggaran Rp 100 juta, mendahului APBD Perubahan 2018. Anggaran itu, untuk pemeliharaan dan pemberian pakan satwa di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur (WGM) Wonogiri.
"Pemkab Wonogiri sudah mengalokasikan anggaran Rp 250 juta untuk pemeliharaan dan pakan satwa tapi karena untuk pengiriman satwa baru rusa tutul dan orang utan sehingga butuh dukungan anggaran mendahului perubahan," ungkap Sekretaris Disparpora Wonogiri Fredy Sasono SSos MM kepada wartawan Selasa (20/3).
Dijelaskan Fredy, satwa paling boros biaya pakan adalah dua ekor gajah peliharaan WGM. Setiap dua hari sekali, sepasang gajahnya bernama Panamtu (jantan) dan Sari (gajah betina) menghabiskan biaya pakan Rp 400 ribu atau Rp 200 ribu perhari.
Menurut Sekretatis Disparpora, pengiriman 4 ekor rusa tutul dan orang utan tinggal menunggu dana Pemkab. Sebab, pengiriman satwa yang dilindungi dari Gembira Loka Yogyakarta dan orang utan asal Taman Satwa Jurug Solo butuh biaya besar.
"Semua persiapan sudah selesai. Tinggal menunggu dana untuk pengiriman satwa," imbuhnya.

Menikmati Sunrise dan Sunset di Tebing Breksi Candi Ijo Yogyakarta

Jika berlibur ke Yogyakarta, sempatkan untuk singgah ke Taman Tebing Breksi. Destinasi geowisata di Desa Sambirejo Prambanan Sleman ini terletak 15 km dari Kota Yogyakarrta.
Diresmikan 23 Mei 2015, Breksi menawarkan spot swafoto di bukit batu batu-purba, endapan batu vulkanik Gunung Purba Nglanggeran, dan hingga pengalaman belajar dari alam yang tereduksi oleh eksploitasi manusia untuk kepentingan ekonomi.
Bukit batu raksasa tersebut bernilai artistik. Pembentukannya bisa dikategorikan tidak sengaja. Warga desa setempat semula mengeksploitasi batu-batu vulkanik purba untuk kerajinan. Pengerukan mengakibatkan bukit terkikis dan kritis. Ada kekhawatiran lingkungan sekitar hancur dan kerugian massal karena tidak jauh dari lokasi terdapat situs-situs purba seperti Candi Ijo dan Candi Ratu Boko. Menutup lokasi penambangan tanpa alasan, warga pasti menolaknya.
Usai diteliti oleh para ahli geologi, onggokan batu Breksi masuk kategori batu purba yang berusian ribuan tahun. Batu-batu raksasa yang tersisa memiliki warna khas, sebagian besar warna gelap. Ukuran bentangannya memanjang dan meninggi. Ketika diperhatian, onggokan batu raksasa tersebut menyerupai bangunan, ada bangunan empat persegi panjang yang seperti istna batu, ada bentuk lain yang menjulang.
Batu-batu raksasa tersebut makin unik dan ekspresi seninya makin tinggi ketika seninam-seniman pahat lokal menyentuhnya dengan beragam gambar-gambar klasik seperti gambar wayang dan beragam ukiran lain. 
Memanjat bukit batu breksi menjadi daya tarik karena tangga-tangga yang tersedia telah tertata rapi. Semua tangga tersebut batu sisa penambangan yang dibentuk menjadi jalan yang apik.
Sambil memanjat sampai ke atas bukit batu, pemandangan alam dan desa serta lingkungan sekitar seperti Candi Ijo Yogyakarta dan Candi Boko menjanjikan gambar yang memukau.

Sunrise dan sunset

Berkunjung ke Breksi memerlukan strategi waktu yang tepat. Apabila wisatawan ingin menikmati matahari pagi (sunrise) selain mengenali batu purbanya, relawan “Lowo Ijo” yang mengelola wisata desa telah siap menerima tamu pukul 05.00 WIB.
Apabila wisatawan telah menginap di Kota Yogyakarta atau sekitarnya, satu jam sebelumnya harus bersiap untuk menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 km.
Wisata sun rise sangat mengasikkan karena pemandangan dari atas bukit batu langsung menerpa mentari.
Sebaliknya jika menginginkan keindahan matahari menjelang petang (sunset), wisatawan harus bersiap di lokasi pukul 17.00 WIB. Walaupun dekat dari Kota Yogyakarta, potensi lalu lintas yang padat pada sore hari bisa mengecewakan wisatawan yang ingin menemani matahari terbenam.
Alternatif lain, geowisata Breksi bisa dinikmati tengah hari dan malam hari. Ketika matahari terik, batu-batu vulkanik makin pekat warnanya menjadi daya tarik tersendiri.
Sementara malam hari, pancaran sinar lampu mengesankan batu-batu breksi layaknya istana raja yang megah. Apabila beruntung, wisata Breksi malam hari bisa sambil menikmati musik di kaki bukit batu yang diset menjadi area panggung hiburan.

Paket wisata

Agar tidak terkesan wisata satu lokasi, wisatawan sebaiknya mengambil paket wisata. Taman Tebing Breksi ini berdekatan dengan Candi Ijo dan Candi Rabu Boko. Kedua candi tersebut berada bawah bagian utara bukit. Karena itu trip wisatanya bisa dimulai dari Tebing Breksi diteruskan ke Candi Ijo atau ke Candi Ratu Boko.
Paket wisata ini dengan syarat mulai pada pagi hari. Apabila mau lebih lengkap, sambil pulang menuju Kota Yogyakarta lewat jalur utara untuk singgah di Candi Prambanan. Wisata paket ini bisa dilakukan apabila wisatawan memulai perjalanan sejak pagi. 
Agar bisa menjangkau wisata paket, maka atur arah perjalanan. Wisatawan dari arah Kota Yogyakarta berangkat menuju Breksi bisa lewat jalur jalan Wonosori, Tiba di Desa Piyungan belok kiri menuju utara menuju Breksi.
Usai menikmati geowisata Breksi, wisatawan bisa bergeser ke bawah menuju Candi Ijo atau Candi Ratu Boko.
Apabila memilih Candi Prambanan, maka wisatawan mengarahkan kendaraan kea rah utara. Selesai dari candi tersebut pulang ke arah Yogyakarta melalui Jalan Yogyakarta-Solo. Atau, wisatawan bisa kembali ke arah selatan kembali ke titik awal di jalur Jalan Wonosari. 
Sebaliknya jika alur perjalanan lewat Jalan Yogyakarta-Solo, wisata bisa dimulai dari Candi Prambanan, dilanjutkan ke Candi Rabu Boko atau Candi Ijo dan terakhir ke Breksi. Paket ini cocok untuk wisata tengah hari sampai sore hari. Tujuan akhir di Bukit Breksi untuk menikmati sunset.

Gratis

Paket wisata Breksi dan candi tidak terlalu dalam untuk merogoh dompetnya. Khusus wisata Breksi, pengunjung hanya perlu membayar parkir motor Rp 2.000, dan mobil roda empat Rp 5.000.
“Jasa masuk lokasi gratis pak. Kalau bapak mau menyumbang untuk perawatan sekedarnya. Kalau bapak tiga orang, silakan memberi Rp 15 ribu. Terima kasih,” kata petugas pintu masuk Breksi.

Kamis, 23 Maret 2017

Ini alasan HUSH PUPPIES re-opening di Grand City Mall Surabaya

HUSH PUPPIES kali ini merenovasi dan memperluas store yang berada di kawasan Grand City Mall & Convex Surabaya lantai I, Selasa (21/03/2017) guna menambah kenyaman dan menampung lebih banyak koleksi untuk konsumen loyalnya.

Evelyn Surya Caroline, Marketing Communication HUSH PUPPIES mengatakan, renovasi yang dilakukan kali ini selain memperluas area dengan mengusung konsep classy juga bakal menambah kapasitas tampung stok barang fashionnya. Saat ini, HUSH PUPPIES sedang gencar mempromokan produk denim.

“Untuk denim kami sudah menyediakan lima model, sebab masyarakat Surabaya merupakan penggemar fashion denim selain apparel, flanel, spring summer dan polo shirt. Sedangkan untuk sepatu, model Body Shoe kali ini cenderung nampak sporty. Dan kisaran harganya di atas Rp 1,3 juta, dan untuk produk sepatu saat ini sudah ada lebih dari 60 model terbaru,” tandas Evelyn.

Evelyn menambahkan, HUSH PUPPIES memang berangkat dari produk restoran di Surabaya sepatu sejak tahun 1958. Namun seiring perkembangan dan inovasi yang dijalankan, kini produk HUSH PUPPIES sendiri sudah mencapai 100 item lebih di setiap store nya.

“Selain item sepatu dan denim, porduk tas yang bermaterial sintetis juga mulai digemari pelanggan kami. Untuk itu, sekarang ini di Grand City Mall Surabaya kami memberikan diskon miring hampir di semua item,” pungkas Evelyn.

Kini HUSH PUPPIES resmi memiliki 65 store di seluruh Indonesia, selain di Grand City Mall, store lain berada di Ciputra World Mall dan Pakuwon Trade Center Surabaya.